olik

olik

Senin, 06 September 2010

Perpustakaan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Untuk mengelola sebuah perpustakaan diperlukan kemampuan manajemen yang baik, agar arah kegiatan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kemampuan manajemen itu juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan tujuan-tujuan yang berbeda dan mampu dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengetahuan dasar dalam mengelola perpustakaan agar berjalan dengan baik adalah ilmu manajemen, karena manajemen sangat diperlukan dalam berbagai kehidupan untuk mengatur langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen dalam suatu perpustakaan.
Manajemen adalah merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Stoner). Oleh karena itu, apabila proses dan sistem perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan tidaka baik, maka proses manajemen secara keseluruhan tidak lancer, dan proses pencapaian tujuan akan terganggu dan mengalami kegagalan.
B. Rumusan Masalah
agar perputakaan dapat dikelola dengan baik dan efesien maka harus ada menejemen perpustakaan yang baik, maka pemakalah merumuskan pembahasan makalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud inventarisasi perpustakaan?
2. Apa yang dimaksud klasifikasi perpustakaan?
3. Bagaimana katalogisasi perpustakaan?
4. Bagaimana pelayanan perpustakaan?







BAB II
PEMBAHASAN

Perpustakaan memiliki fungsi sebagai lembaga pelayanan informasi (information service) bertindak sebagai penghubung antara dua dunia, yaitu masyarakat sebagai pengguna dan sumber-sumber informasi, baik cetak maupun non cetak. Oleh karena itu setiap bahan pustaka atau informasi yang dibutuhkan oleh pengguna sedapat mungkin harus disediakan oleh perpustakaan. Disamping itu perpustakaan harus mampu menjamin bahwa setiap informasi atau koleksi yang berbentuk apapun mudah diakses oleh semua masyarakat yang memerlukan.
Agar informasi atau bahan pustaka di perpustakaan dapat dimanfaatkan atau diketemukan kembali dengan mudah, maka dibutuhkan system pengelolaan dengan baik dan sistematis yang biasa disebut dengan kegiatan pengolahan (processing of library materials) atau pelayanan teknis (technical service). Kegiatan pengolahan bahan pustaka di perpustakaan biasanya mencakup beberapa kegiatan yaitu : Inventarisasi, Katalogisasi, Klasifikasi, dan Pelayanan.
A. Inventarisasi Pepustakaan
Inventarisasi adalah kegiatan pencatatan semua koleksi yang dimiliki sebuah perpustakaan. Kegiatan ini apabila dijabarkan terdiri dari 3 tahap, yaitu: 1) Pemberian stempel kepemilikan perpustakaan, 2) Pemberian nomor inventaris, dan 3) Pencatatan data koleksi dalam tabel inventaris. Kegiatan ini dapat dilakukan secara manual maupun digital. Perbedaan dari kedua metode ini hanya pada media untuk proses pencatatannya saja. Berikut ini akan kami jabarkan masing-masing tahap tersebut.
1. Inventarisasi Secara Manual
Inventarisasi secara manual adalah melakukan kegiatan inventarisasi menggunakan buku inventaris. Kegiatan ini terdiri dari Pemberian stempel perpustakaan, Untuk menunjukkan bahwa sebuah koleksi merupakan milik perpustakaan maka perlu diberikan tanda pada koleksi tersebut. Salah satu tanda tersebut adalah stempel perpustakaan.
a. Pemberian nomor inventaris
Nomor inventaris diberikan kepada setiap eksemplar koleksi yang dimiliki perpustakaan. Nomor ini sifatnya unik dan khas sehingga masing-masing koleksi akan memiliki nomor inventaris yang berbeda.
b. Pencatatan data koleksi dalam tabel inventaris
Untuk mencatat data koleksi, sebelumnya harus disiapkan tabel inventaris pada buku inventaris. Adapun bentuk dari tabel inventaris ini meyesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan yang bersangkutan. Berikut ini salah satu contoh table inventaris.

2. Inventarisasi Secara Digital
Seperti telah disinggung di bagian depan bahwa perbedaan inventarisasi secara manual dan digital hanya terletak pada media yang digunakan untuk pencatatan koleksi. Dengan inventarisasi secara manual Hanya perbedaannya pada proses pencatatan koleksi secara manual menggunakan buku inventaris sedangkan secara digital menggunakan media komputer. Ada beberapa program yang bisa digunakan untuk inventarisasi secara digital, diantaranya:
a. Microsoft Word
Buka program Microsoft Word kemudian buatlah tabel inventaris seperti yang dirancang dalam inventarisasi secara manual. Setelah tabel jadi isilah masing- masing kolom seperti pengisian secara manual.

b. Microsoft Excel
Buka program Microsoft Excel kemudian buat tabel inventaris seperti yang sudah dirancang dalam inventarisasi secara manual. Setelah tabel jadi isilah masing-masing kolom seperti pengisian secara manual.
Dari kedua inventarisasi ini masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kalau inventarisasi secara manual mempunyai kelebihan tidak tergantung dengan keadaan listrik sedangkan kelemahannya apabila digunakan sebagai sarana penelusuran koleksi, cara ini akan memakan waktu lebih lama dibanding dengan inventarisasi secara digital. Inventarisasi secara digital mempunyai kelebihan dalam penelusuran, apabila dalam penelusuran koleksi kita menggunakan sara ini, waktu yang kita butuhkan lebih cepat, sedangkan kelemahannya adalah sangat tergantung dengan listrik, dalam artian apabila listrik padam maka kita tidak bisa menggunakan sarana ini.

B. Katalogisasi Perpustakaan
Katalogisasi adalah proses pembuatan sarana penelusuran informasi pada koleksi yang dimiliki perpustakaan. Sarana penelusuran informasi di perpusakaan bisa berupa katalog tercetak baik berupa buku atau kartu maupun katalog digital menggunakan media komputer. Kegiatan ini terdiri atas 3 tahap yaitu: pembuatan katalog berkas, pembuatan katalog digital, dan pembuatan katalog cetak. Pada modul ini akan dijabarkan proses tersebut satu per satu. Akan tetapi, sebelum masuk pada pembahasan tersebut terlebih dahulu akan disampaikan masalah penentuan tajuk entri utama yang menjadi bagian dari kegiatan katalogisasi.
1. Penentuan Tajuk Entri Utama
Tajuk Nama Orang. Pengarang tunggal (buku yang dikarang oleh satu orang tanpa bantuan orang lain) Tajuk entri utama pada pengarang tersebut.
Contoh: Pengarang : Agus Permadi. Judul : Winisis Untuk Pustakawan Dokumentalis dan
Arsiparis
2. Pembuatan katalog berkas
Katalog berkas ini sering disebut dengan lembar kerja. Katalog berkas ini menjadi dasar pemasukan data dalam katalog digital. Katalog berkas ini meliputi segalain formasi dari sebuah koleksi sebagai dasar dalam penelusuran koleksi. Informasi- informasi yang diperlukan dalam katalog berkas ini antara lain:
a. Nomor inventaris
Diisikan nomor inventaris sesuai dengan inventarisasi koleksi pada tahap sebelumnya. Pada pengisian pada katalog berkas didahului dengan ^a. Untuk nomor inventaris lebih dari satu di antara nomor inventaris yang satu dengan yang lain diberi tanda %. Contoh: ^a0710001%^a0710002.
b. ISBN (International Standard Book Number)
ISBN biasanya terdapat pada bagian cover belakang koleksi. Cara pengisian pada katalog berkas didahului dengan ^a. Contoh: ^a979-415-551-9.

3. Pembuatan katalog digital
Yang dimaksud dengan katalog digital adalah sarana penelusuran informasi dari sebuah perpustakaan dengan menggunakan sarana komputer. software yang bisa digunakan dalam proses pembuatan katalog digital ini, diantaranya: CDS/ISIS, Winisis,VTLS, SIPUS, SIPISIS, Dan lain lain
Pada modul ini hanya akan dibahas Winisis. Winisis adalah piranti lunak (software) untuk mengelola pangkalan data bibliografis yang dibuat oleh Unesco (Permadi, 2000: 1). Winisis merupakan pengembangan dari CDS/ISIS (Computerized Documentation System/ Integrated Set of Information Systems) yang dapat dijalankan pada sistem operasi Windows. Program ini bersifat bebas (open source).
C. Klasifikasi Perpustakaan
Klasifikasi adalah pengelompokkan yang sistematis pada sejumlah objek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama (Hamakonda dan Tairas, 1999: 1).
Koleksi perpustakaan akan tampak rapi dan mudah diketemukan apabila dikelompokkan menurut sistem tertentu, pengelompokan dapat berdasarkan pada jenis, ukuran (tinggi, pendek, besar, dan kecil), warna, abjad judul, abjad pengarang (klasifikasi artificial) dan bisa juga menggunakan sistem pengelompokan berdasarkan subyek ( klasifikasi fundamental). Sebagian besar perpustakaan dalam mengelompokkan bahan pustakanya menggunakan system klasifikasi fundamental, dimana dengan istem ini koleksi akan mengelompok sesuai dengan disiplin ilmu pengetahuan, dan dengan system ini akan memudahkan penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan.Adapun system klasifikasi yang digunakan oleh perpustakaan pada umumnya adalah DDC (Dewey Decimal Classification) dan UDC (Universal Decimal Classification).
1. DDC ( Dewey Decimal Classification )
DDC mencakup keseluruhan ilmu pengetahuan yang dibuat dalam susunan yang sistematis dan teratur. Pembagian ilmu pengetahuan dimulai dari yang bersifat umum ke yang bersifat khusus, dengan demikian DDC pembagiannya terdiri dari 10 kelas utama, 100 divisi, 1000 seksi, dan 10.000 sub seksi.
2. UDC (Universal Decimal Classification)
Sistem ini meerupakan penyederhanaan dan perluasan system DDC. Sistem ini juga mencakup semua cabang ilmu pengetahuan yang dibagi menjadi sepuluh cabang.

D. Pelayanan Perpustakaan
Layanan perpustakaan adalah pemenuhan kebutuhan dan keperluan kepada pengguna jasa perpustakaan. Tugas yang mulia dan tujuan sebenarnya layanan perpustakaan adalah melayani pengunjung dan pengguna perpustakaan. Aktivitas layanan perpustakaan dan informasi bararti penyediaan bahan pustaka secara tepat dan akurat dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi bagi para pengguna perpustakaan. Perpustakaan memberikan layanan bahan pustaka kepada masyarakat adalah agar bahan pustaka tersebut yang telah diolah dapat dimanfaatkan dengan cepat oleh masyarakat pengguna perpustakaan .
Tujuan dan fungsi layanan perpustakaan adalah menyajikan informasi guna kepentingan pelaksanaan proses belajar mengajar dan rekreasi bagi siswa-siswi, dengan menggunakan bahan pustaka yang ada di perpustakaan tersebut. Kegiatan layanan di perpustakaan sekolah meliputi, peminjaman buku-buku, melayani kebutuhan pelajar dalam kelas, menyediakan sumber informasi bagi murid dan guru serta tenaga administrasi sekolah, membimbing siswa untuk mahir dalam mencari informasi secara mandiri.
Pelayanan pemakai merupakan kegiatan memberikan layanan informasi kepada pengguna perpustakaan dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut :
a. Pelayanan bersifat Universal, layanan tidak hanya diberikan kepada individu-individu tertentu, tetapi diberikan kepada pengguna secara umum.
b. Pelayanan berorientasi pada pengguna, dalam arti untuk kepentingan para pengguna, bukan kepentingan pengelola.
c. Menggunakan disiplin, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan dalam memanfaatkan perpustakaan.
d. System yang dikembangkan mudah, cepat, dan tepat.
Sedangkan jenis Pelayanan Pemakai meliputi berbagai kegiatan, yang antara lain :
1. Pelayanan Sirkulasi
Pelayanan sirkulasi merupakan salah satu jasa perpustakaan yang pertama kali berhubungan lansung dengan pengguna perpustakaan. Aktivitas bagian sirkulasi menyangkut masalah citra perpustakaan , baik tidaknya perpustakaan berkaitan erat dengan bagaimana pelayanan sirkulasi diberikan kepada pemakai. Kegiatan sirkulasi sering dianggap sebagai ujung tombak atau tolok ukur keberhasilan perpustakaan, karena bagian ini rutinitas kegiatannya berhubungan dengan pemakai. Jenis pekerjaan bagian Pelayanan Sirkulasi sebagai berikut : Pendaftaran anggota, Peminjaman, Pengembalian, Perpanjangan, Penagihan, Pemungutan denda, Pemberian Sanksi, Statistik, Bebas Perpustakaan, dan Peraturan Perpustakaan.
Sistem penyelenggaraan kegiatan layanan sirkulasi ada dua yaitu :
a. Sistem terbuka (Open Access), memungkinkan pengguna memilih dan mengambil koleksi di rak secara bebas tanpa melalui petugas.
b. Sistem tertutup (Close Access), pengguna didalam memanfaatkan koleksi di rak harus melalui petugas.

2. Pelayanan Referensi
Pelayanan Referensi merupakan kegiatan layanan pemakai dengan cara memberikan informasi secara langsung maupun tidak langsung kepada pengguna, dengan mengacu atau menunjuk kepada suatu koleksi atau sumber infomasi yang ada dan dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pengguna perpustakaan. Macam-macam Koleksi Referensi : Kamus, Ensiklopedi, Direktori, Indeks dan Abstrak, Sumber Geogarfi, Biografi, Buku Tahunan (Year book), Buku Pegangan/pedoman ( Handbook), Bibliografi, dan Terbitan Pemerintah (UU, PP).
3. Pelayanan Pendidikan Pemakai
Pelayanan Pendidikan Pemakai merupakan kegiatan layanan pemakai dengan cara memberikan bimbingan kepada pemakai tentang bagaimana cara memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan baik dan benar. Hal lain yang diharapkan dari pengelola perpustakaan adalah optimalisasi pemanfaatan fasilitas dan layanan perpustakaan. Adapun bentuk dan cara menyampaikan pendidikan pemakai, ada beberapa bentuk dan cara :
1. Ceramah Umum
2. Bimbingan kelompok
3. Brosur/leaflet/buku petunjuk
4. CD-interaktif
5. Tour de Library

4. Pelayanan Penelusuran Informasi atau Penyebarluasan Informasi
Pelayanan Penelusuran Informasi atau Penyebarluasan Informasi merupakan kegiatan Pelayanan Pemakai dengan cara memberitahukan kepada khalayak perihal fasilitas atau berbagai macam informasi yang dimiliki oleh perpustakaan. Dimaksudkan agar informasi atau fasilitas yang ada si perpustakaan dapat diketahui oleh pengguna dan dimanfaatkan secara oftimal.

BAB III
KESIMPULAN

Perpustakaan sebagai suatu system informasi berfungsi menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk serta pengaturannya sedemikian rupa, sehingga informasi yang diperlukan dapat diketemukan kembali dengan cepat dan tepat. Untuk itu informasi yang ada diperpustakaan perlu diproses dengan system katalogisasi (cataloging).
Koleksi perpustakaan akan tampak rapi dan mudah diketemukan apabila dikelompokkan menurut sistem tertentu, pengelompokan dapat berdasarkan pada jenis, ukuran (tinggi, pendek, besar, dan kecil), warna, abjad judul, abjad pengarang (klasifikasi artificial) dan bisa juga menggunakan sistem pengelompokan berdasarkan subyek ( klasifikasi fundamental). Sebagian besar perpustakaan dalam mengelompokkan bahan pustakanya menggunakan system klasifikasi fundamental, dimana dengan istem ini koleksi akan mengelompok sesuai dengan disiplin ilmu pengetahuan, dan dengan system ini akan memudahkan penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan.
Tujuan dan fungsi layanan perpustakaan adalah menyajikan informasi guna kepentingan pelaksanaan proses belajar mengajar dan rekreasi bagi siswa-siswi, dengan menggunakan bahan pustaka yang ada di perpustakaan tersebut. Kegiatan layanan di perpustakaan sekolah meliputi, peminjaman buku-buku, melayani kebutuhan pelajar dalam kelas, menyediakan sumber informasi bagi murid dan guru serta tenaga administrasi sekolah, membimbing siswa untuk mahir dalam mencari informasi secara mandiri.








DAFTAR PUSTAKA

SIREGAR, A. Ridwan. Perpustakaan Energi Pembangunan Bangsa. Medan : USU Press, 2004.
KOSWARA, E. Dinamika Informasi dalam Era Global. Bandung : Remadja Rosdakarya, 1998.
QALYUBI, Syihabuddin. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Yogyakarta : IAIN Sunan Kalijaga, 2003.
BASUKI, Sulistyo. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia, 1991.
LASA Hs. (dkk). Pengaruh Model Kepemimpinan dan Manajemen terhadap Kinerja Perpustakaan Perguruan Tinggi. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Vol. I, Nomor 2, 2004.












MANAGEMEN PERPUSTAKAAN

Tugas Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Managamen Pendidikan
Dosen Pengampu : Drs Nur Hamidi








Disusun oleh:
Kholid Udin
07410191

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar