olik

olik

Senin, 16 Agustus 2010

MACAM DAN BENTUK SENI BUDAYA ISLAM SERTA PERKEMBANGANNYA



BAB I
A. PENDAHULUAN

Ada berbagai macam bentuk karya seni budaya yang dihasilkan manusia, ada yang berupa bunyi atau suara, rupa, gerakan dan lain sebagainya. Kesemuanya itu mengandung maksud dan tujuan tertentu, pastilah ia memiliki nilai estetis dan etis yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kita tahu bahwa sesorang dalam beragama itu sangat dipengaruhi oleh nilai – nilai budaya dan seni lokal masyarakat setempat.
Hal itu diungkapkan oleh peneliti asing yang bernama Clibbord Geertz dalam bukunya The Religion Of Java menyatakan bahwa orang Jawa dalam beragama mempunyai tingkatan tertentu yaitu: abangan, santri, dan priyayi. Kaum abangan dalam beragama dia tidak mengetahui dasar atau ilmu ketika melakukan ritual keagamaan, ia hanya mengikuti dari sesepuh yang dahulu pernah melakukannya. Kaum santri dianggap paham akan ilmu agama, dalam melakukan ritual ia paham betul dasar dari ritual keagamaan karena ia mendapatkan pendidikan agama secara intensif di lembaga pendidikan pesantren, sedangkan kaum priyayi yaitu orang yang terhormat, mempunyai jabatan semisal raja, permaisuri, putra raja. Mereka melakukan ritusl sgsm dipengruhi oleh adat keraton misalnya Islam kejawen di karton Yogyakarta, jadi agama yang dianut bersifat campuran dalam isi dan kandungannya.
Perbedaan – perbedaan itu tentu mempengaruhi perkembangan seni dan budaya khususnya dalam agama Islam, Islam di Indonesia sangat beragam karena mempunyai kondisi geogarfis, sosiologis, ekonomi, serta pandangan politik yang dianut. Perbedaan itu diharapkan tidak menjadikan permasalahan dan konflik tetapi lebih baik jika menjadi rahmat atau sebagai bentuk apresiasi terhadap adanya pluralitas di negara ini.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud bentuk-bentuk seni dan budaya regional dan lokal dalam budaya Islam?
2. Apa saja bentuk seni dan budaya regional dan lokal dalam budaya Islam?
3. Bagaimana perkembangan bentuk dari seni dan budaya regional dan lokal dalam Islam?
4. Bagaimana pengaruh dari nilai-nilai Islam dalam seni dan budaya lokal?

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian bentuk-bentuk seni dan budaya regional dan lokal dalam budaya Islam
Seni adalah kreasi insani yang mengandung dan mengungkapkan keindahan yang pada satu segi (1) mengekspresikan ruh dan budaya (af’idah: priksa, rasa, karsa, intuisi dan imajinasi) sang artisan, dan pada segi lainnya sekaligus (2) merefleksikan pandangan dunia dan hidup penciptanya.
Seni Islami, yaitu kreasi sang artisan yang mengandung dan mengungkapkan keindahan, nilai-nilai artistic dan astetik yang pada satu segi (1) mengekspresikan ruh dan budaya (af’idah= priksa, rasa, karsa, intuisi dan imajinasi) sang artisan dan pada segi lainnya serta merta (2) merefleksikan pandangan dunia dan pandangan hidup islami dalam ruang dan waktu.
Dengan demikian, (1) keindahan dan nilai estetika, (2) ekspresi ruh dan af’idah sang artisan, serta (3) nilai-nilai asasi islami, meruang dan mewaktu dalam ke-sini-an dan ke-kini-an, di dalam seni Islam.
Tujuan Seni Islami
Pertanyaan lama yang senantiasa baru dalam estetika dan kehidupan kesenian adalah: seni untuk apa dan siapa? Seni untuk senikah? Seni untuk rakyatkah? Seni untuk manusiakah? Bagi para seniman islami tiada sulit untuk merumuskan jawaban. Seni adalah (bagian) hidup itu sendiri. Dengan demikian, bagi seniman islami, pertanyaan seni untuk apa itu sama saja dengan pertanyaan “hidup untuk apa”. Tujuan seni bagi seniaman islami, sama dengan tujuan hidup itu sendiri.

Tujuan hidup setiap muslim adalah:
1) Keridaan Allah
2) bahagia dunia dan akhirat
3) rahmat bagi sesama manusia dan alam sekelilingnya
Itulah tujuan hidup seniman islami, begitu pula tujuan seni islami.
Fungsi Seni Islami
Seni islami dalam luasan makna dan ruang lingkup termaksud diatas merupakan perwujudan amal salih, yakni amal yang berlaraskan dengan ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayati Qur’aniyah. Seni islami merupakan manifestasi penunaian fungsi khilafah (kekhalifahan), yakni aktualisasi sifat-sifat Allah (Yang Maha Indah, Baik, dan Benar) dalam batas-batas kemanusiaan.
Seni islami merupakan pemenuhan tugas ibadah, uaitu aktivitas yang bertitik tolak ikhlas, dan bertujuan keridaan Allah, kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan rahmat bagi sesama manusia dan alam sekelilingnya.
Seni islami merupakan ekspresi dzikir manusia pada Allah, ingat pada asma-Nya, penghayatan pada keakbaran, keagungan dan kekuasaan-Nya.
Seni islami merupakan ungkapan do’a (permohonan dan pengharapan) manusia pada rahmat (kasih sayang) Allah Maha-perahmat.
Seni islami merupakan ekspresi syukur manusia pada Allah, ungkapan rasa terima kasih pada Allah Maha Asih dengan jalan dan cara aktualisasi pemanfaatan segala nikmat Ilahi, baik berupa potensi bawaan fitri manusia, maupun alam lingkungan, ataupun wahyi Ilahi.
Seni islami sebagai perwujudan amal salih, fungsi khalifah, tugas ibadah, ungkapan zikir, do’a dan syukur diekspresikan dengan bentuk, corak, gaya, lambang, bahasa, warna dan gaya yang artistic dan estetik.
2. Bentuk seni dan budaya regional dan lokal dalam budaya Islam
Jenis kesenian di Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan. Tari Jawa dan Bali yang terkenal, misalnya, berisi aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Ada berbagai macam corak musik Dangdut, antara lain Dangdut Melayu, Dangdut Modern (Dangdut masa kini yang alat musiknya telah ditambah dengan alat musik modern); dan Dangdut Pesisir (Lagu dangdut tradisional Jawa, Sunda, dll). Pada tahun 70-an,
Oleh karena itu, sulit untuk mengatakan secara pasti kapan agama Islam masuk di Nusantara secara keseluruhan. Dengan demikian rangkaian berbagai macam data, baik arkeologis maupun data lain berperan menunjukkan keberadaan orang Islam di . Seni bangunan juga dipakai sebagai sarana untuk penyebaran agama Islam di Nusantara. Salah satu contohnya adalah gaya arsitektur yang dipilih dalam membangun mesjid.
Sebagaimana diketahui gaya arsitektur mesjid kuno yang disebut gaya
Diduga kehadiran instrumen terbang itu berasal dari pengaruh seni Islam., dan bila lebih dicermati lagi dari bentuk serta cara menggunakannya, mirip pula dengan yang biasa digunakan di India. Besar kemungkinannya bahwa seni madihin yang Karya itu sangat penting sebab memuat informasi berbagai hal, termasuk mengenai masalah macam-macam seni budaya, khususnya kesusatraan masyarakat Banjar atau Kalimantan pada umumnya. Akan tetapi, entah mengapa mengenai seni madihin
Sebenarnya banyak bentuk seni dan budaya dan lokal dalam budaya Islam, akan tetapi pemakalah hanya mengambil beberapa contoh saja. Misalnya:
 Kaligrafi
 Puisi Arab
 Musik religi
 Seni tari Islam
3. Perkembangan bentuk dari seni dan budaya regional dan lokal dalam Islam
Islam disamping mengandung arti ‘selamat’, ‘damai’, dan ‘penyerahan diri (pada Tuhan)’ juga bermakna ‘sehat’. Dalam abad komunikasi dan globalosasi ini umat Islam tisak boleh bersikap ‘indifferent’ terhadap apa saja yang berlangsung dihadapannya. Pada satu segi kita harus menyiapkan iklim dan suasana sedemikian rupa sehingga para seniman dan seniwati kita leluasa untuk menyalurkan dan mengembangkan kreativitas serta meningkatkan karya artistik mereka. Pada segi lainnya kita tidak boleh bersikap ‘acuh tak acuh’ terhadap perkembangan sosio kultur, antara seni, kita harus lebih bersifat ‘penuh peduli’.
Dalam kemungkinan dan kewenangan yang ada pada kita masing-masing, hendaknya kita merasa berkepentingan menyaksikan perkembangan kesenian ke arah yang sehat (=islami), yang berselaraskan dengan ayat kauniyah (hukum islami) dan ayat Quraniyah (nilai-nilai wahyu Ilahi).
Peliharalah iklim dan suasana sehingga nilai-nilai dasari dan kaidah-kaidah asasi islami kuantitatif lebih banyak dan kualitatif lebih baik lagi diekspresikan dalam bahasa artistik dan estetik. Peliharalah iklim dan suasana sehingga seniman dan seniwati kita sebagai khalifah Allah leluasa untuk mengaktualisasikan sifat-sifat Allah—antara lain maha indah lagi benar—dalam batas-batas kemanusiaan. Maha bahasa dan lambang khas mereka sendiri, dengan cara-cara dab ciri-ciri spesifik mereka sendiri.
4. Pengaruh dari nilai-nilai Islam dalam seni dan budaya lokal
Pengaruh Islam dalam kegiatan seni Indonesia cukup jelas dan nyata (walaupun pada sisi lain kita tidak pula menutup mata dan telinga: pengaruh lain yang ‘barat’ dan ‘sekular’ pun bukan tidak kita rasakan). Pengaruh Islam dalam bidang satra jelas kita rasakan. Telah ulanglah karya Amir Hamzah, Hamka, Mochtar Lubis, dll. Dalam bidang musik, simak ulanglah karya Said Efendi, Idris sardi, kelompok Bimbo, dan Ebiet G Ade. Dalam bidang tari,dapat diamati pada tari-tarian daerah dan juga koeografer muda usia Miranda Usang Ayu. Dalam bidang seni lukis, dapat dilihat pada karya-karya Ahmad Sadali, Abay Saburna, Jeihan, dll. Dalam bidang drama dan teater, dapat dilihat pada Usmar Ismail, asrul Sani, Chairul Umam, dll. Dalam bidang seni bina, dapat diperhatikan karya-karya Ahmad Noe’man, dll.
Festifal istiqlal yang kita ikuti ini, saya yakin untuk memperlihatkan seberapa jauh pengaruh islam dalam segala kegiatan budaya, termasuk kegiatan seni dengan segala cabang dan rantingnya, dalam berbagai bentuk, corak, warna, irama dan gayanya. Festival Istiqlal ini amat besar jasa dan maknanya bagi perkembangan budaya, termasuk seni islami, kini dan masa yang akan dating.


BAB III
A. KESIMPULAN

Seni Islami, yaitu kreasi sang artisan yang mengandung dan mengungkapkan keindahan, nilai-nilai artistic dan astetik yang pada satu segi (1) mengekspresikan ruh dan budaya (af’idah= priksa, rasa, karsa, intuisi dan imajinasi) sang artisan dan pada segi lainnya serta merta (2) merefleksikan pandangan dunia dan pandangan hidup islami dalam ruang dan waktu.








B. DAFTAR PUSTAKA
Yustiono, dkk, 1993. Islam dan Kebudayaan Indonesia Dulu, Kini dan Esok. Jakarta: Yayasan Festifal Iatiqlal
Leaman, Oliver, 2005. Estetika islam: menafsirkan seni dan keindahan. Bandung : PT Mizan Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar