Pendahuluan
Seorang guru yang sukses dalam di sekolah biasannya menguasai masalah-masalah professional dan akademik, mengerti motif,kemampuan,ketrampilan, gaya belajar dan berpikir dan tingkah laku social dan antisocial siswa, efektif dalam meneruskan pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa , respek dan dan diterima oleh teman sejawat dan siswa yang paling penting adalah ia merasa senang melakukan sebuah pekerjaan penting.
Ketrampilan mengajar bukanlah hereditas, melainkan hasil dari pengalaman. Walaupun demikian, kita dapat menggunakan informasi-informasi dari orang lainyang telah mengembangkan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Hal ini menambah informasi yang banyak sekali bagi kita untuk dapat mengembangkan keefektifan guru dan sekolah.
Psikologi mempelajari tingkah laku dan pengalaman manusia. Tetapi sebetulnya, tingkah laku dan pengalaman manusia sangat luas dan kompleks. Untuk itu ahli-ahli psikologi tidak hanya mempelajari atau mencoba untuk mengerti tingkah laku manusia secara sederhana, tetapi berpikir tentang berbagai factor yang melibatkan tingkah laku.
TEORI BELAJAR DAN PENERAPAN PELAJARAN
A . TEORI BELAJAR DAN TINGKAH LAKU
1. E.L Thorndike: The Law Of Effect
Teorinya dikenal sebagai connectionism (pertautan, pertalian,) karena dia berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses “stamping in” (diingat), forming, hubungan antara stimulus dan dan Respons.
Menurut Thorndike belajar adalah: pembentukan hubungan atau koneksi antara stimulus dan Respons dan penyelesaian masalah. Factor penting yang mempengaruhi semua belajar adalah reward atau “ pernyataan kepuasan dari suatu kejadian “. Dalam penulisan kemudian, Thorndike menghapuskan bagian negative yang “mengganggu” dari hokum law of effect (hokum pengaruh) karena dia menemukan bahwa hukuman itu tidak penting. Hukuman akan memperlemah daya ikatan dan tidak mempunyai efek apa-apa, berbeda dengan hadiah (reward).
Law of exercise (hokum latian) adalah prinsip belajar yang kedua, yang ada pada umumnya dinyatakan hubungan antara si S dan R akan menjadi kuat dengan makin sering R (respons) dilaksanakan terhadap S (stimulus).
The law of effect (hukum pengaruh) mengarah pada pemberian hadiah yang konkret, seperti gambar bintang yang ditempelkan pada dahi siswa ( untuk sisewa TK dan SD).
2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar